Si komo, foto bersama Komodo di Pulau Rinca

YUK KE PULAU SI KOMO BERSAMA ANAK-ANAK

Mari kita ke pulau……

Horeeeeeeeeeee ……. Anak-anak pasti kegirangan. Bisa dibayangkan umplek-umplekan di mobil Ruteng Labuan Bajo : Papa, Mama, Oca, iel, Tara dan Lula dari Borong, Lala dari Pagal, dan Tanta Nita. Belum lagi barang-barang bawaaan… Semua bersemangat dan bersedia memenuhi janji : akan membuat karangan tentang liburan, bersikap baik, tidak melempar sampah ke mana-mana, tidak bertengkar blab la blaaaa.

Membawa anak-anak itu tidak mudah. Apalagi Mama yang bertanggung jawab juga suka mabuk, pusing. Untung ada Tanta Nita yang kuat anti mabok. Papa Leo mengingatkan untuk menyiapkan peralatan khas anti bosan : buku cerita, buku mewarnai, bola bekel dan tali skipping. Begitulah. Kalau ada yang mulai mengeluh pusing-pusing di hutan Nteer, mari kita berhenti sebentar. Otomatis anak-anak mencari jalan keluarnya sendiri. Ada yang jalan-jalan sampai kentut, ikut Papa leo foto2, bahkan sempat2nya main tali atau main bola bekel.

Pertengahan jalan : Lembor. Entah sudah jam makan atau belum, Lembor selalu berarti berhenti di warung. Sensasinya seru untu anak-anak dan mereka akan melahap semuanya seolah-olah belum pernah bertemu makanan seperti itu sebelumnya.

Sampailah kita di Labuan Bajo : teller, pusing (berhayal ada kereta api lurus tembus gunung tanpa lika liku seperti ini). Biarpun ada yang mabuk anak-anak cuek saja. Bergabung dengan para sepupu : Kaka kevin, Icel dan Jose. Semua sibuk membicarakan : esok ke pulau. Sore hari anak-anak membuaat paduan suara, menyanyikan lagu-lagu indah dengan music yang dimainkan bergantian oleh Oca dan Icel. Waktu itu Papa tua (Pak De) Ari masih ada dan agak tak enak badan. Beliau terhibur dengan paduan suara anak-anak. Tidak ada yang berpikir itu saat-saat berkumpul yang penting dengan beliau.

‘Kembali ke persiapan ke pulau. Pulau apa? Jawabnya : pulau pulau … banyak pulau. Keesokannya semua ke pelabuhan dengan tas masing-masing. Oya rombongan semakin banyak dengan si kecil Lucky dan Jane, Om Jimmy, dan Om Patris. Rame- rame berlayar. Ami menyewa kapal motor yang dilengkapi kamar tidur dengan empat tempat tidur (dua bertingkat), dapur, toilet, dan tempat makan yang luas. Ada chef yang pandai memasak dan Pak Kapten dan asistennya yang ramah. Anak-anak mengamati segalanya baik di kapal maupun pemaandangan di luar. Keluar masuk kamar, ke dapur, toilet dan ruang kapten.

Karena Mama seorang guru maka mari kita bersekolah, belajar tentang alam sekitar. Semua boleh bertanya, dan berpendapat. Semua memandang ke luar: itu pulau apa? mengapa kering? hei lihat ada kapal besar, ada rombongan ikan melompat. Banyak pengetahuan muncul dari rasa takjub dan ini menjadi sekolah yang istimewa. Belajar langsung dari alam dan budaya tertentu.

Karena ini moment instimewa maka semua ingin berfoto. Satu kaca mata hitam dipinjam dari satu muka ke muka yang lain (mengapa harus pakai kaca mata hitam saat berfoto ? entahlah… yang penting senang). Dikawal om Jimmy dan Om Patris, anak-anak yang sedikit berani boleh naik kea tap perahu, duduk dan bernyanyi di sana. Mama agak gugup takut. Maklum orang gunung dan tak pandai berenang. Kalau jatuhhhh (upppsss jan sampe lah).

Ke tujuan pertama : Loh Buaya di Pulau Rinca untuk melihat Komodo. Serem-serem asyik, seperti saat mendengar cerita horor. Anak-anak harus mengikuti arahan orang tua. Di pos penjagaan para pemandu taman memberikan penjelasan tentang Taman nasional Komodo khususnya di Pulau Rinca). Anak-anak mendengar dengan seksama seperti menyaksikan film-nya National geography. Mereka juga bertanya tentang tengkorang binatang yang banyak dan digantung di taman, tentang komodo apakah ini apakah itu …. Thanks Tuhan, rupanya saat itu musim kawin komodo. Mereka tidak berkeliaran karena sibuk dengan kencan masing-masing dengan pasangannya. Lumayan hemat pengawasan.

Anak-anak dinaikan di balkon rumah panggung dan melihat sepasang komodo yang berkencan plus beberapa temannya. Aman. Sebagai barang bukti untuk teman-teman di sekolah anak-anak difoto dengan latar depan si komo. Kata si Paula : ini buktio bahwa saya telah melihat komodo dengan mata kepala saya sendiri ……

Kita ke pulau berikutnya : Pulau Kelor……

Saatnya mandi. Pasir putih halus. Pantai yang landai. Tebing yang indah . Untuk foto akan indah dari sisi manapun. Mandi-mandi mandiiiii, berlari, membuat istana pasir. … atmosfir kegembiraan ada di mana-mana.

Untung perut mulai lapar dan kita hanya makan di kapal. Mari kembali.

Makan dengan lahap di kapal. Menunya tak main-main : cumi goreng tepung, nasi panas, sayuran, mi goreng, ikah kuah asam dan buah-buahan. Snack sore nya pisang goreng dan the panas.

Mari pulang dan terima kasih Pak kapten …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *