Pantai utara

Pantai Utara Flores

Dua jam berkendara ke utara dari kota Ruteng tempat kami tinggal kita juga bisa menikmati pantai indah Reo. Menjadi sering kesana karena separuh jalannya adalah kampung kelahiran Papa Leo. Jadi kalau pulang kampung kami doyan iseng kabur ke Reo. Jalan ke Reo liku-likunya sangat banyak dan bikin pusing. Selalu ada yang mabuk: kalau bukan mama pasti Iel atau Oca. Papa Leo yang menjadi supir, guide, fotografer selalu tahu cara membuat kami senang sekalipun mabuk berat. Berhenti di jalan, omong-omong tentang pohon kemiri yang banyak, jalan kaki sebentar sampai kentut, menggelar tikar dan piknik sementara, main tali atau ngobrol dengan orang-orang sekitar. Yang paling asyik adalah berhenti di kampung Gumbang, minum kopi dan jajan jagung bakar di kios kopi pinggir jalan sekaligus memesan papaya, labu kuning dan macam-macam sayuran untuk dibawa pulang.

Sudah tak ingat berapa kali kami ke pantai Reo. Yang di ingat anak-anak adalah saat kami menginap dua hari di rumah pastoran Sengari. Puas betul bangun pagi sampai sore bermain di laut. Rumah pastoran itu berada persis di tepi pantai Sengari. Kami juga bersampan di Pantai ketebe yang di tepiannya terdapat air tawar beraroma belerang. (Foto-foto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *